images (1)

Pandai Bersyukur

Syukur itu ucapan terima kasih dari seorang hamba kepada Sang Khalik, siapa yang banyk berterima kasih maka akan sering dan selalu mendapat kasih dariNya. Bersyukur juga sebagai bukti sesorang pandai dan pintar, maksudnya ya pandai dan pintar bersyukur, pandai dan pintar maksudnya ialah rajin mengevaluasi atas apa yang didapat atu dimiliki mau besar kecil, banyak atau sedikit.

Syukur cerminan jiwa orang yang bahagia, bahagia karena banyak orang yang belum punya kesempatan dan sesuatu yang telah Allah berikan seperti apa yang deiberikan kepadanya. jadikan syukur sebuah kebutuhan, karena jika sudah menjadi kebutuhna maka akan mudah merubahnya menjadi sebuah kebiasaan, jika sudah terbiasa maka akan berubah lagi menjadi karakter, dan jika sudah menjadi karekter maka Syukur akan semakin membumi di dalam jiwa dan raga, jika seudah begitu sebesar atau sekecil apapun yang telah diberikan olehNYA pasti slalu kita terima kasihi kepadaNya.

Pandailah bersyukur, jika sudah pandai torehkanlah prestasi syukur tertinggi sebab percuma kalau pandai tapi tak berprestasi.

Ujian Susulan Empat Mahasiswa

Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan.
Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.

Mahasiswa A: pak, maaf kami telat ikut ujian semester
mahasiswa B: iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkotnya meletus.
Mahasiswa C: iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.
mahasiswa D: oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.
Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan.

Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda. “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.

Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.
Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis:
“Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?”

Anggota DPR dan Pilot Penyabu

Seorang Guru matematika bertanya kepada murid-muridnya:
Guru : “Seandainya pesawat Boeing 747 Lion Air dipiloti oleh penyabu, dan mengangkut 560 orang anggota DPR RI, meledak di ketinggian 1000 feet dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?”
Murid-murid menjawab serempak dan tegas : “Yang selamat 250 Juta rakyat Indonesia, Bu.!”